Bermain memang dapat
mengembangkan diri anak dan membantunya untuk memperlihatkan apa yang terpendam
dalam dirinya. Rasulullah SAW telah memberikan teladan dalam hal ini dengan
mengajak bermain Al-Hasan dan Al-Husain(cucu Rasulullah) menunggangi punggung beliau
dan merangkak bersama keduanya. Rasulullah SAW senang bercanda dengan
anak-anak, mengasihi dan bermain dengan mereka. Karena besarnya perhatian
Rasulullah terhadap anak-anak, maka Rasulullah menganjurkan kepada para
orangtua untuk bermain dengan anak-anaknya.
Bagi anak-anak bermain
merupakan suatu kebutuhan. Anak-anak memang lebih banyak menghabiskan waktunya
untuk bermain. Salah satu permainan yang sedang digemari anak-anak adalah game online. Game online sudah menjamur dikalangan anak-anak usia sekolah dasar.
Zaman sekarang game online sudah sangat mudah diakses. Warnet penyedia game
online sudah banyak dimana-mana.
Sebagai orangtua sebaiknya
kita tidak melarang anak untuk bermain. Misalnya anak yang suka bermain game online ketika pulang sekolah. Kita
izinkan anak kita bermain game.
Baginya bermain game online merupakan
refreshing setelah seharian belajar
disekolah. Sebagai orangtua yang baik hendaknya kita memberikan waktu untuk
anak bermain. Biarlah anak bermain. Tetapi beritahukan padanya sebelum bermain
harus melaksanakan kewajiban terlebih dahulu yaitu sholat. Beri anak waktu 1
jam misalnya untuk bermain game. Setelah itu harus melaksanakan kewajibannya
yang lain seperti mengerjakan PR, membantu orangtua, menyiram tanaman, dll.
Orangtua
harus memilih game online yang akan
dimainkan oleh anak. Sebab, kini banyak jenis game online yang
sebenarnya untuk orang dewasa. Jauhkan pula anak dari konten game online
yang tidak sehat, seperti game bertema kekerasan, game yang tidak
patriotik, atau bahkan bermuatan porno. Sebagai orang tua, kita dituntut untuk
memilihkan jenis game online sesuai dengan perkembangan psikologis anak.
Sebenarnya suatu permainan bagi anak harus memiliki berbagai nilai,
diantaranya:
1.
Nilai fisikal, permainan yang
penting bagi perkrmbangan otot anak.
2.
Niali edukatif, permainan yang
memberi ruang bagi anak untuk mempelajari banyak hal melalui alat-alat
permainan. Seperti pengetahuan anak akan bentuk, warna dan lain-lain.
3.
Nilai sosial, permainan yang
mengajarkan anak bagaimana membangun hubungan dengan orang lain, berinteraksi,
belajar bekerja sama.
4.
Nilai kemandirian, permainan
yang membantu anak mengetahui kemampuan dan kemahirannya melalui interaksi
dengan teman sebayanya, kemampuan mempelajari masalah dan cara mengatasi
masalah.
5.
Nilai moral, permainan yang
mengajarkan anak tentang salah benar, dasar-dasar kriteria moral, kejujuran,
amanah dan kedisiplinan.
6.
Nilai kreatifitas, permainan
yang mengajarkan anak mengekspresikan daya kreatifnya dan bereksperimen dengan
pemikirannya sendiri.
7.
Nilai penyelesaian, permainan
yang menghindarkan anak dari ketegangan.
Orangtua juga harus menyediakan waktu untuk
mendampingi anak bermain game online. Sehingga kita bisa melakukan
kontrol pada anak yang sedang bermain game online. Terkait upaya
mengontrol ini, tentunya kita butuh pengetahuan tentang informasi yang
berkaitan dengan game online dan dunia internet. Oleh karena itu kita
harus mencari tahu, baik melalui kelompok-kelompok diskusi atau dengan
mengunjungi beberapa situs yang membahas tentang pentingnya berinternet secara
sehat.
Selain
hal-hal yang telah disebutkan tadi, orangtua juga harus mengetahui teman-teman
yang bermain dengan anak kita. Apakah temannya itu dapat memberikan pengaruh
buruk pada anak. Usia anak sekolah dasar mudah untuk dipengaruhi oleh
lingkungan.
Apabila anak
sudah mulai terlihat kecanduan game
online orangtua harus waspada. Tanamkanlah pada anak tentang ganjaran dan
hukuman. Sebagaimana terdapat dalam Q.S Fushshilat:46 tentang ganjaran:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا
فَلِنَفْسِهِ
وَمَنْ
أَسَاء
فَعَلَيْهَا
وَمَا
رَبُّكَ
بِظَلَّامٍ
لِّلْعَبِيدِ
Artinya: “Barangsiapa yang mengajarkan amal yang sholeh maka
(pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat maka
(dosanya) atas dirinya sendiri dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya
hamba-hambaNya.”
Dan mengenai hukuman sebagaimana
terdapat dalam Q.S An-Nissa:123 berikut:

Artinya:
“Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan
kejahatan itu dan ia tidak mendapat perlindungan dan tidak (pula) penolong
baginya selain dari Alloh”
Berilah pemahaman pada anak
mengenai ganjaran dan hukuman yang dimaksudkan untuknya. Berilah pujian pada anak
sebagai ganjaran ia mematuhi aturan orangtua yaitu bermain game 1 jam. Dan berikan hukuman apabila anak melanggar aturan yaitu
bermain game lebih dari 1 jam dan
melupakan tugas sekolah. Dengan demikian, ganjaran dan hukuman termasuk metode
psikologis yang berhasil dalam memperbaiki pribadi anak.
Islam sangat ingin
membiasakan anak-anak untuk menggunakan waktu mereka dengan kebaikan sejak
kecil, maksudnya agar tidak tumbuh tradisi “membunuh waktu” dalam diri anak.
Jangan sampai anak mendzalimi dirinya sendiri dengan efek negatif permainan
dunia maya sampai-sampai ia lupa pada kewajibannya terhadap Alloh SWT. Berikan
pemahaman pada anak bahwa setiap perbuatan kita diawasi oleh Alloh SWT.
Peningkatan peranan keluarga
khususnya orangtua dalam mendidik anak menghadapi pesatnya perkembangan IPTEK
sangatlah penting. Itulah alasan mengapa orangtua harus mendampingi anak saat
bermain game online. Orang tua juga
harus tahu tentang game online yang sedang populer atau digandrungi
anaknya. Hal itu penting agar orang tua bisa berdiskusi tentang game
yang sedang atau telah dimainkan sang anak, sehingga anak bisa mengambil
pelajaran positif dari game yang dimainkannya.
Jadilah orangtua yang bijak.
Orangtua yang senantiasa membuka jalan untuk anaknya menghadapi kemajuan IPTEK
dengan memberikan batasan-batasan yang sesuai dengan tumbuh kembang sang anak.

