Sabtu, 19 Mei 2012

nge-GAMEONLINE



Bermain memang dapat mengembangkan diri anak dan membantunya untuk memperlihatkan apa yang terpendam dalam dirinya. Rasulullah SAW telah memberikan teladan dalam hal ini dengan mengajak bermain Al-Hasan dan Al-Husain(cucu Rasulullah) menunggangi punggung beliau dan merangkak bersama keduanya. Rasulullah SAW senang bercanda dengan anak-anak, mengasihi dan bermain dengan mereka. Karena besarnya perhatian Rasulullah terhadap anak-anak, maka Rasulullah menganjurkan kepada para orangtua untuk bermain dengan anak-anaknya.
Bagi anak-anak bermain merupakan suatu kebutuhan. Anak-anak memang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain. Salah satu permainan yang sedang digemari anak-anak adalah game online. Game online sudah menjamur dikalangan anak-anak usia sekolah dasar. Zaman sekarang game online sudah sangat mudah diakses. Warnet penyedia game online sudah banyak dimana-mana.
Sebagai orangtua sebaiknya kita tidak melarang anak untuk bermain. Misalnya anak yang suka bermain game online ketika pulang sekolah. Kita izinkan anak kita bermain game. Baginya bermain game online merupakan refreshing setelah seharian belajar disekolah. Sebagai orangtua yang baik hendaknya kita memberikan waktu untuk anak bermain. Biarlah anak bermain. Tetapi beritahukan padanya sebelum bermain harus melaksanakan kewajiban terlebih dahulu yaitu sholat. Beri anak waktu 1 jam misalnya untuk bermain game. Setelah itu harus melaksanakan kewajibannya yang lain seperti mengerjakan PR, membantu orangtua, menyiram tanaman, dll.
Orangtua harus memilih game online yang akan dimainkan oleh anak. Sebab, kini banyak jenis game online yang sebenarnya untuk orang dewasa. Jauhkan pula anak dari konten game online yang tidak sehat, seperti game bertema kekerasan, game yang tidak patriotik, atau bahkan bermuatan porno. Sebagai orang tua, kita dituntut untuk memilihkan jenis game online sesuai dengan perkembangan psikologis anak. Sebenarnya suatu permainan bagi anak harus memiliki berbagai nilai, diantaranya:
1.     Nilai fisikal, permainan yang penting bagi perkrmbangan otot anak.
2.    Niali edukatif, permainan yang memberi ruang bagi anak untuk mempelajari banyak hal melalui alat-alat permainan. Seperti pengetahuan anak akan bentuk, warna dan lain-lain.
3.    Nilai sosial, permainan yang mengajarkan anak bagaimana membangun hubungan dengan orang lain, berinteraksi, belajar bekerja sama.
4.    Nilai kemandirian, permainan yang membantu anak mengetahui kemampuan dan kemahirannya melalui interaksi dengan teman sebayanya, kemampuan mempelajari masalah dan cara mengatasi masalah.
5.    Nilai moral, permainan yang mengajarkan anak tentang salah benar, dasar-dasar kriteria moral, kejujuran, amanah dan kedisiplinan.
6.    Nilai kreatifitas, permainan yang mengajarkan anak mengekspresikan daya kreatifnya dan bereksperimen dengan pemikirannya sendiri.
7.    Nilai penyelesaian, permainan yang menghindarkan anak dari ketegangan.
Orangtua juga harus menyediakan waktu untuk mendampingi anak bermain game online. Sehingga kita bisa melakukan kontrol pada anak yang sedang bermain game online. Terkait upaya mengontrol ini, tentunya kita butuh pengetahuan tentang informasi yang berkaitan dengan game online dan dunia internet. Oleh karena itu kita harus mencari tahu, baik melalui kelompok-kelompok diskusi atau dengan mengunjungi beberapa situs yang membahas tentang pentingnya berinternet secara sehat.
Selain hal-hal yang telah disebutkan tadi, orangtua juga harus mengetahui teman-teman yang bermain dengan anak kita. Apakah temannya itu dapat memberikan pengaruh buruk pada anak. Usia anak sekolah dasar mudah untuk dipengaruhi oleh lingkungan.
Apabila anak sudah mulai terlihat kecanduan game online orangtua harus waspada. Tanamkanlah pada anak tentang ganjaran dan hukuman. Sebagaimana terdapat dalam Q.S Fushshilat:46 tentang ganjaran:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاء فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ
Artinya: “Barangsiapa yang mengajarkan amal yang sholeh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hambaNya.”
Dan mengenai hukuman sebagaimana terdapat dalam Q.S An-Nissa:123 berikut:
4:123
Artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat perlindungan dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Alloh”
Berilah pemahaman pada anak mengenai ganjaran dan hukuman yang dimaksudkan untuknya. Berilah pujian pada anak sebagai ganjaran ia mematuhi aturan orangtua yaitu bermain game 1 jam. Dan berikan hukuman apabila anak melanggar aturan yaitu bermain game lebih dari 1 jam dan melupakan tugas sekolah. Dengan demikian, ganjaran dan hukuman termasuk metode psikologis yang berhasil dalam memperbaiki pribadi anak.
Islam sangat ingin membiasakan anak-anak untuk menggunakan waktu mereka dengan kebaikan sejak kecil, maksudnya agar tidak tumbuh tradisi “membunuh waktu” dalam diri anak. Jangan sampai anak mendzalimi dirinya sendiri dengan efek negatif permainan dunia maya sampai-sampai ia lupa pada kewajibannya terhadap Alloh SWT. Berikan pemahaman pada anak bahwa setiap perbuatan kita diawasi oleh Alloh SWT.
Peningkatan peranan keluarga khususnya orangtua dalam mendidik anak menghadapi pesatnya perkembangan IPTEK sangatlah penting. Itulah alasan mengapa orangtua harus mendampingi anak saat bermain game online. Orang tua juga harus tahu tentang game online yang sedang populer atau digandrungi anaknya. Hal itu penting agar orang tua bisa berdiskusi tentang game yang sedang atau telah dimainkan sang anak, sehingga anak bisa mengambil pelajaran positif dari game yang dimainkannya.
Jadilah orangtua yang bijak. Orangtua yang senantiasa membuka jalan untuk anaknya menghadapi kemajuan IPTEK dengan memberikan batasan-batasan yang sesuai dengan tumbuh kembang sang anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar