Rokok.
Sebuah benda yang tidak ada gunannya untuk kesehatan. Sampai saat ini belum ada
yang menyebutkan bahwa rokok baik untuk kesehatan. Rokok sudah jelas-jelas
dapat merusak tubuh kita. Rokok mengandung zat-zat yang berbahaya untuk tubuh.
Salah satunya adalah nikotin. Nikotin dapat mengganggu organ penting seperti
jantung dan paru-paru, mengganggu janin pada ibu hamil. Bahkan apabila sudah
sangat parah, zat-zat berbahaya tersebut dapat merusak jantung. Selain itu asap
rokok dapat mengganggu pernafasan. Dan bukan hanya si perokok itu sendiri yang
mengalami kerugian. Ada pihak yang jelas-jelas sangat dirugikan. Yaitu mereka
yang perokok pasif. Orang-orang yang bukan perokok dan menghisap asap rokok
dari si perokok akan mengalami gangguan pula pada pernafasan.
Ada
yang menyatakan bahwa “ gak ngerokok itu
gak gaul ”. Jelas itu pernyataan yang salah. Justru orang yang gaul itu
akan memilih mana teman yang baik untuk diajak bergaul. Apabila kita berteman
dengan seorang perokok jangan sampai malah kita yang ikut-ikutan merokok. Tapi
ajaklah teman kita itu untuk menjauhi rokok. Beritahukan padanya bahwa rokok
tidak hanya mengganggu kesehatan dirinya, tetapi juga orang-orang sekitarnya.
Bahkan ada kasus seorang suami yang perokok berat si istrinya minta cerai.
Mengapa demikian? Karena uang untuk belanja kepentingan dapur, uang sekolah
untuk anak, dan untuk keperluan lainnya malah dibelikan untuk rokok yang
jelas-jelas tidak berguna. Awalnya memang sepele, dari satu batang rokok. Tapi
kalau keterusan lama-lama jadi kebiasaan.
Sebagai
calon seorang pendidik hendaknya kita memberikan contoh yang baik untuk anak
didik kita. Pada kenyataannya tidak sedikit ditemukan ada seorang guru yang
merokok seenaknya di depan muridnya. Padahal dalam KBM baik secara langsung
ataupun tidak langsung pasti guru mengajarkan pada siswanya DILARANG MEROKOK!
KARENA DAPAT MERUSAK KESEHATAN. Tetapi gurunya malah merokok seenaknya. Guru
yang baik akan mengajarkan anak didiknya tentang bahaya rokok untuk diri
sendiri, orang lain dan lingkungan.
Meskipun
rokok memang sangat merugikan banyak orang, tetapi disatu sisi ada beberapa
pihak yang diuntungkan. Seperti pedagang rokok, pengusaha rokok, petani cengkeh
dan bahkan negara. Pajak rokok yang cukup besar otomatis menguntungkan negara.
Apa jadinya kalau rokok tidak ada? Lingkungan akan sehat bebas dari asap rokok.
Tapi disisi lain ada pihak-pihak yang akan kehilangan pekerjaannya. Orang-orang
kecil yang menjadi pedagang rokok dan petani cengkeh harus memutar otak
bagaimana menghidupi keluarganya.
Rokok
sudah jelas-jelas dapat merusak tubuh kita. Rokok mengandung zat-zat yang
berbahaya untuk tubuh. Apabila kita berteman dengan seorang perokok jangan
sampai malah kita yang ikut-ikutan merokok. Tapi ajaklah teman kita itu untuk
menjauhi rokok. Beritahukan padanya bahwa rokok tidak hanya mengganggu
kesehatan dirinya, tetapi juga orang-orang sekitarnya. Sebagai calon seorang
pendidik hendaknya kita memberikan contoh yang baik untuk anak didik kita
dengan tidak merokok disembarang tempat. Apa jadinya kalau rokok tidak ada?
Lingkungan akan sehat bebas dari asap rokok . Tapi disisi lain ada pihak-pihak
yang akan kehilangan pekerjaannya. Orang-orang kecil yang menjadi pedagang
rokok dan petani cengkeh harus memutar otak bagaimana menghidupi keluarganya.
Dengan demikian penulis menyatakan bahwa kita harus menjauhkan diri dari rokok.
Ingat bahayanya untuk diri sendiri, orang lain dan lingkungan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar